Serap Aspirasi Warga Jepara, Jamaludin Malik: Empat Pilar Adalah Kunci Kesejahteraan Kampung
KUDUS, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Sosialisasi Empat Pilar Jamaludin Malik, menegaskan bahwa kerukunan antarwarga merupakan modal utama dalam membangun ekonomi desa. Hal tersebut ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Ulam Sari Resto, Kecamatan Jati, Kudus, Senin (9/12).
Mengusung tema “Empat Pilar di Hati, Hidup Rukun dan Sejahtera di Kampung Kita”, acara ini mempertemukan sang legislator dengan sekitar 150 tokoh masyarakat yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Nalumsari dan Kecamatan Mayong, Jepara.
Bukan Sekadar Teori
Dalam orasi politiknya, Jamaludin Malik menyebutkan bahwa Pancasila dan NKRI harus dirasakan manfaatnya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi hafalan.
“Kita ingin Empat Pilar ini masuk ke hati. Kalau di kampung sudah rukun, tidak ada gesekan, maka program pembangunan dan kesejahteraan akan lebih mudah masuk,” ujar Jamaludin di hadapan ratusan tokoh masyarakat.
Petani hingga Pegiat Perempuan Angkat Bicara

Acara yang berlangsung gayeng ini tidak berjalan satu arah. Sejumlah perwakilan masyarakat aktif melakukan dialog kritis dengan pria yang dikenal vokal di Senayan tersebut.
Sutrisno, seorang petani dari Desa Karangnongko, secara terbuka menyampaikan keluh kesahnya mengenai akses pupuk dan keadilan bagi petani. Menurutnya, kesejahteraan petani adalah bentuk nyata dari pengamalan keadilan sosial.
Senada dengan itu, Lismawati, pegiat perempuan dari Mayonglor, menekankan peran penting ibu rumah tangga dalam membentengi keluarga dari paham radikalisme. Sementara itu, Pak Mashadi dari Desa Tunggulpandean memberikan masukan terkait penguatan keamanan lingkungan berbasis gotong royong.
Komitmen Kawal Aspirasi
Mendengar masukan tersebut, Jamaludin Malik mencatat poin-poin penting yang disampaikan konstituennya. Ia berjanji akan membawa suara dari tingkat desa ini ke parlemen.
“Dialog seperti dengan Pak Mashadi, Bu Lismawati, dan Pak Sutrisno ini sangat berharga. Inilah esensi demokrasi, di mana wakil rakyat duduk bersama warga untuk mencari solusi atas masalah di kampung kita,” pungkasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama dari para tokoh masyarakat Nalumsari dan Mayong untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah masing-masing demi terciptanya kehidupan yang lebih sejahtera.

