Memperkokoh NKRI dengan Memahami dan Mengamalkan Nilai-Nilai Empat Pilar
Pers Release
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Mayong: Jamaludin Malik Memperkokoh NKRI dengan Memahami dan Mengamalkan Nilai-Nilai Empat Pilar
Mayong, Jepara; — Nilai-nilai kebangsaan harus selalu tertanam, hingga ke akar rumput masyarakat untuk menghadapi tantangan era digital dan globalisasi. Empat Pilar MPR RI— Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar hafalan, melainkan sebuah amalan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan ini disampaikan oleh Jamaludin Malik, S.H., M.H., Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, bersama narasumber ahli Noor Akhlis, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema “Memperkokoh NKRI dengan Memahami dan Mengamalkan Nilai-Nilai Empat Pilar” di Taman Kopi, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, pada Sabtu (20/9/2025).
Acara yang berlangsung hangat dan penuh antusias ini diikuti lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, kader PKK, pemuda karang taruna, pelaku UMKM, perangkat desa, pelajar, dan mahasiswa dari wilayah Mayong dan sekitarnya.

Empat Pilar merupakan fondasi
Dalam pemaparannya, Jamaludin Malik menekankan bahwa Empat Pilar merupakan fondasi kokoh untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah arus informasi yang deras, polarisasi, disinformasi, dan potensi konflik identitas. “Nilai-nilai Pancasila harus hidup dalam tindakan kita sehari-hari, seperti gotong royong dan toleransi yang sudah melekat di desa-desa Jawa, termasuk di Mayong dan Jepara. Desa adalah benteng terakhir Pancasila,” ujarnya, sambut antusiasme peserta.
Ia juga membahas UUD 1945 sebagai penjamin hak dasar warga, seperti pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial, yang belum memberi manfaat secara maksimal oleh masyarakat desa. Mengenai NKRI, Jamaludin mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap narasi separatisme halus di media sosial, dengan keluarga dan desa sebagai pusat pendidikan kebangsaan. Sementara untuk Bhinneka Tunggal Ika, ia menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa, dan mengajak pemuda menjadi duta toleransi digital dengan memproduksi konten positif serta menolak ujaran kebencian.
Narasumber ahli Noor Akhlis turut memperkaya diskusi dengan perspektif mendalam tentang pengamalan Empat Pilar dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam konteks lokal Jepara yang kaya akan kearifan budaya.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan peserta aktif menyampaikan aspirasi, seperti strategi menghadapi isu keagamaan menyimpang, peran perempuan dalam program kebangsaan, hingga nasionalisme digital di platform seperti TikTok. Jamaludin Malik menyambut baik inisiatif pemuda sebagai “penjaga masa depan bangsa di era daring” dan menekankan bahwa nasionalisme sejati adalah melalui tindakan nyata, seperti menciptakan konten tentang toleransi dan gotong royong.
Kegiatan ini sukses oleh peserta sebagai wadah pembelajaran bersama untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dari tingkat grassroot. Beberapa saran membangun , seperti penambahan sesi diskusi, penyediaan materi digital, dan pelibatan lebih luas di tingkat RT/RW serta pengajian.
“Acara seperti ini harus terus berlanjut ke berbagai lapisan masyarakat, karena Empat Pilar adalah milik seluruh rakyat, bukan hanya gedung parlemen,” tutup Jamaludin Malik.
Kontak Media:
Tim Jamaludin Malik
Email: jm01@jamaludinmalik.id
Website: 1. jamaludinmalik.id

